Sore itu ditepi jalan kota Jogjakarta, kita bertemu. Kau dengan gayamu yang
sangat misterius tapi masih terkesan mempesona. Kau diam ditempatmu, tak
sepatah katapun kau ucapkan. Sunyi.. sepi.. membosankan!. Tapi tatapan mata
itu, kenapa begitu menarik? Tatapan yang sulit diartikan tapi terlihat tak
asing. Apa aku mengenalmu? 3 detik... 4 detik.. 5 detik. Kau berbalik. Kau
membelakangiku. Kau menjauh dan pergi. Kau meninggalkanku?
1 hari setelah kejadian itu, aku
belum bisa melupakanmu. Ada rasa dimana aku begitu nyaman saat menatap kedua
manik mata milikmu Aku ingin bisa bertemu denganmu lagi. Untuk itulah aku
disini, di tempat yang sama, berharap dapat bertemu denganmu. Dan Tuhanpun
mendengar isi hatiku. Kita dipertemukan kembali ditempat ini. Kau menatapku
lagi, tapi kali ini dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini kau
menatap dengan penuh lebut. Manik mata itu seakan menyimpan sejuta kerinduan.
Cukup lama. Sampai akhirnya kau tersenyum kepadaku. Oh Tuhan, itu senyuman
terindah yang pernah ku lihat.
Kau berjalan kearahku. Mendekat..
mendekat.. semakin mendekat. Dan.. demi Tuhan! Apa yang kau lakukan? Memelukku
ditempat umum seperti ini? Hey.. kau sudah gila? Tapi.. apa ini? Aku
menikmatinya? Terlepas! Apa? Secepat itu berakhir? Ah sayang sekali, padahal
aku begitu nyaman didalam dekapannya.
”Hey Vita, long time no see ya”
What?
Tunggu. Dia tau namaku? Apa dia
seorang peramal?
“Ingat aku?”
Kau? Siapa
kau? Aku tidak mengenalmu.
“Sudah ku duga,
pasti kamu lupa. Aku Reyhan! Sahabat kamu dari kecil yang pindah ke Australia,
rememba?”
”Rey?”
` Apa itu benar-benar kau? Reyhan
sahabatku dari kecil? Si cowok gembul yang hobi makan dan suka banget sama
permen kapas yang di jual di kios kios kecil dipinggaran trotar jalan. Cowok
yang berhasil menjadi cinta pertamaku. Apa itu benar-benar kau? Tapi.. tapi..
tapi..
”Berbeda?
Hahaha.. semenjak di Australia aku diet abis-abisan. Sebisa mungkin aku jauhin
hobi makanku termasuk jauhin si merah muda yang manis itu. Alhasil aku jadi
cowok yang super tampan seperti sekarang. Ya.. beda beda tipis lah sama si
aktor korea itu, siapa namanya? Lee.. Lee.. ah pokoknya si dia.”
Ah, itu benar Reyhan, sahabatku yang
sudah menjelma jadi cinta pertamaku. Ternyata hanya tampilannya saja bak aktor
korea tapi sifatnya masih sama seperti pelawak indonesia yang selalu garing
dalam setiap bercandaannya. Rey.. aku kangen banget sama kamu. Kamu tahu?
”Kamu apa kabar
Vit?”
”Aku baik. kamu
sendiri gimana kabarnya? Kok gak kasih kabar apa-apa sih kalo mau dateng ke
Indonesia”
”Aku baik. aku
sengaja gak ngabarin kamu biar jadi kejutan buat kamu. Dan kayaknya kejutannya
sukses ya?”
Iya. Sangat sukses. Kau selalu
pandai dalam membuat kejutan Rey. Kau ingat? 7 tahun yang lalu saat kita masih
duduk di kelas 2 SMP kau memberiku kejutan dengan tiba-tiba pindah ke Australia
saat aku mulai menganggapmu lebih dari sahabat. Kau pergi begitu saja
meninggalkanku dengan perasaan cinta yang belum sempat aku katakan. Tapi
sekarang kau sudah kembali Rey. Dan akan kupastikan kalau kau tidak akan pergi dariku
lagi.
”Aku akan
meneruskan kuliahku disini. Dan sepertinya aku tidak akan kembali ke Autralia
lagi.”
”Bagus deh kalau
kamu gak balik kesana lagi, jadinya kan kita bisa sering hangout bareng kaya
dulu”
”Segitu pinginnya
berduaan sama aku terus ya? Wah, kayaknya kamu mulai ada rasa nih sama aku.
Biar aku tebak. Pasti gara-gara tatapan aku kemarin kan? Atau emang dari dulu
kamu udah suka sama aku. Ayo ngaku!”
Iya. Kamu benar Rey. Semua itu
benar. Mengapa kau begitu mudahnya menebak isi hatiku. Apa kau benar-benar
seorang peramal?
”Hahaha.. tapi
itu gak mungkin kan Vit. Kita kan udah sahabatan dari kecil”
Lalu kenapa? salah kalau aku jatuh
cinta sama sahabat aku sendiri? Sekarang kita sudah tumbuh dewasa, bisa saja
kan perasaan di masa kecil berubah menjadi lebih istimewa dimasa sekarang? Apa
kau tidak merasakan hal yang sama denganku?
”Em.. Rey... jadi
menurut kamu sahabat jadi cinta itu adalah hal yang salah?”
”Gak juga sih,
buktinya kakak aku sama suaminya bisa sama-sama sekarang menjalin rumah tangga
padahal dulunya mereka kan sahabatan banget”
”Jadi?”
”Jadi? Kamu
kenapa sih Vit? Kenapa jadi tiba-tiba aneh gitu?”
”Eee.. gak
apa-apa, aku cuma ngerasa ada perasaan yang berbeda dari....”
”Hey! Disini.”
Hey. Aku belum selesai berbicara.
Dan.. siapa dia? Kau memanggilnya? Perempuan cantik itu? Dia siapamu? Hey!
Mengapa kau memeluknya dan mencium keningnya? Kalian terlihat sangat mesra. Aku
cemburu!
”Vita, kenalin
ini tunanganku, Sarah. Sarah kenalin ini Vita sahabat aku dari kecil yang
sering aku ceritain ke kamu itu”
Jadi ini akhirnya? Kau sudah
bersamanya, sejak kapan? Aku sudah terlalu lama memendam rasa ini hanya untukmu.
menunggumu kembali. Tapi.. kau tetap tidak bisa bersamaku. Kau jahat! Tidak.
Aku yang bodoh. Terlalu lama memendam rasa. Tapi apa dayaku? Aku perempuan.
Lalu? Apa karna gengsi yang berlebihan? Mungkin. Dan karna itu aku menyesal. Aku
patah hati. Terluka. Dan siap untuk terjatuh. Aku terlambat.
(@WindyRahma14)