Minggu, 19 Januari 2014

Terlambat



Sore itu ditepi jalan kota Jogjakarta, kita bertemu. Kau dengan gayamu yang sangat misterius tapi masih terkesan mempesona. Kau diam ditempatmu, tak sepatah katapun kau ucapkan. Sunyi.. sepi.. membosankan!. Tapi tatapan mata itu, kenapa begitu menarik? Tatapan yang sulit diartikan tapi terlihat tak asing. Apa aku mengenalmu? 3 detik... 4 detik.. 5 detik. Kau berbalik. Kau membelakangiku. Kau menjauh dan pergi. Kau meninggalkanku?

            1 hari setelah kejadian itu, aku belum bisa melupakanmu. Ada rasa dimana aku begitu nyaman saat menatap kedua manik mata milikmu Aku ingin bisa bertemu denganmu lagi. Untuk itulah aku disini, di tempat yang sama, berharap dapat bertemu denganmu. Dan Tuhanpun mendengar isi hatiku. Kita dipertemukan kembali ditempat ini. Kau menatapku lagi, tapi kali ini dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini kau menatap dengan penuh lebut. Manik mata itu seakan menyimpan sejuta kerinduan. Cukup lama. Sampai akhirnya kau tersenyum kepadaku. Oh Tuhan, itu senyuman terindah yang pernah ku lihat.

            Kau berjalan kearahku. Mendekat.. mendekat.. semakin mendekat. Dan.. demi Tuhan! Apa yang kau lakukan? Memelukku ditempat umum seperti ini? Hey.. kau sudah gila? Tapi.. apa ini? Aku menikmatinya? Terlepas! Apa? Secepat itu berakhir? Ah sayang sekali, padahal aku begitu nyaman didalam dekapannya.

”Hey Vita, long time no see ya”

            What? Tunggu. Dia tau namaku? Apa dia seorang peramal?

“Ingat aku?”

            Kau? Siapa kau? Aku tidak mengenalmu.

“Sudah ku duga, pasti kamu lupa. Aku Reyhan! Sahabat kamu dari kecil yang pindah ke Australia, rememba?”

”Rey?”

`           Apa itu benar-benar kau? Reyhan sahabatku dari kecil? Si cowok gembul yang hobi makan dan suka banget sama permen kapas yang di jual di kios kios kecil dipinggaran trotar jalan. Cowok yang berhasil menjadi cinta pertamaku. Apa itu benar-benar kau? Tapi.. tapi.. tapi..

”Berbeda? Hahaha.. semenjak di Australia aku diet abis-abisan. Sebisa mungkin aku jauhin hobi makanku termasuk jauhin si merah muda yang manis itu. Alhasil aku jadi cowok yang super tampan seperti sekarang. Ya.. beda beda tipis lah sama si aktor korea itu, siapa namanya? Lee.. Lee.. ah pokoknya si dia.”

            Ah, itu benar Reyhan, sahabatku yang sudah menjelma jadi cinta pertamaku. Ternyata hanya tampilannya saja bak aktor korea tapi sifatnya masih sama seperti pelawak indonesia yang selalu garing dalam setiap bercandaannya. Rey.. aku kangen banget sama kamu. Kamu tahu?

”Kamu apa kabar Vit?”

”Aku baik. kamu sendiri gimana kabarnya? Kok gak kasih kabar apa-apa sih kalo mau dateng ke Indonesia”

”Aku baik. aku sengaja gak ngabarin kamu biar jadi kejutan buat kamu. Dan kayaknya kejutannya sukses ya?”

            Iya. Sangat sukses. Kau selalu pandai dalam membuat kejutan Rey. Kau ingat? 7 tahun yang lalu saat kita masih duduk di kelas 2 SMP kau memberiku kejutan dengan tiba-tiba pindah ke Australia saat aku mulai menganggapmu lebih dari sahabat. Kau pergi begitu saja meninggalkanku dengan perasaan cinta yang belum sempat aku katakan. Tapi sekarang kau sudah kembali Rey. Dan akan kupastikan kalau kau tidak akan pergi dariku lagi.

”Aku akan meneruskan kuliahku disini. Dan sepertinya aku tidak akan kembali ke Autralia lagi.”

”Bagus deh kalau kamu gak balik kesana lagi, jadinya kan kita bisa sering hangout bareng kaya dulu”

”Segitu pinginnya berduaan sama aku terus ya? Wah, kayaknya kamu mulai ada rasa nih sama aku. Biar aku tebak. Pasti gara-gara tatapan aku kemarin kan? Atau emang dari dulu kamu udah suka sama aku. Ayo ngaku!”

            Iya. Kamu benar Rey. Semua itu benar. Mengapa kau begitu mudahnya menebak isi hatiku. Apa kau benar-benar seorang peramal?

”Hahaha.. tapi itu gak mungkin kan Vit. Kita kan udah sahabatan dari kecil”

            Lalu kenapa? salah kalau aku jatuh cinta sama sahabat aku sendiri? Sekarang kita sudah tumbuh dewasa, bisa saja kan perasaan di masa kecil berubah menjadi lebih istimewa dimasa sekarang? Apa kau tidak merasakan hal yang sama denganku?

”Em.. Rey... jadi menurut kamu sahabat jadi cinta itu adalah hal yang salah?”

”Gak juga sih, buktinya kakak aku sama suaminya bisa sama-sama sekarang menjalin rumah tangga padahal dulunya mereka kan sahabatan banget”

”Jadi?”

”Jadi? Kamu kenapa sih Vit? Kenapa jadi tiba-tiba aneh gitu?”

”Eee.. gak apa-apa, aku cuma ngerasa ada perasaan yang berbeda dari....”

”Hey! Disini.”

            Hey. Aku belum selesai berbicara. Dan.. siapa dia? Kau memanggilnya? Perempuan cantik itu? Dia siapamu? Hey! Mengapa kau memeluknya dan mencium keningnya? Kalian terlihat sangat mesra. Aku cemburu!

”Vita, kenalin ini tunanganku, Sarah. Sarah kenalin ini Vita sahabat aku dari kecil yang sering aku ceritain ke kamu itu”

            Jadi ini akhirnya? Kau sudah bersamanya, sejak kapan? Aku sudah terlalu lama memendam rasa ini hanya untukmu. menunggumu kembali. Tapi.. kau tetap tidak bisa bersamaku. Kau jahat! Tidak. Aku yang bodoh. Terlalu lama memendam rasa. Tapi apa dayaku? Aku perempuan. Lalu? Apa karna gengsi yang berlebihan? Mungkin. Dan karna itu aku menyesal. Aku patah hati. Terluka. Dan siap untuk terjatuh. Aku terlambat.





(@WindyRahma14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar