Sabtu, 15 Juni 2013

Januari's Love

Sebenernya rada ragu mau ngepost Cerpen ini. Sumpah ini pertama banget. But... PD aja lah. haha..
Oke sebagai pemulaan. gue cuma ngepost bagian awalnya aja. buat kelanjutannya. Tunggu aja yee... Sip?

dan ini dia... (maaf kalo hasilnya mengecewakan)


 January's Love





(1 Januari 2013)

Malam ini hujan turun dengan lebat. Aku berdiri disebuah halte tempat biasa aku menunggu bus untuk pulang. Saat itu jalanan sedang sepi, mungkin karena pengaruh waktu yang sudah menunjukan pukul 11 malam. Kuliah malam dan banyaknya tugas yang menuntutku pulang selarut ini. Begitu hening dan dingin, sedikit kekhawatiranku kalau saja tidak ada lagi bus yang beroperasi. Aku melangkahkan kakiku kedepan beberapa langkah melihat kearah kananku untuk memastikan akan ada bus yang lewat. Tapi hasilnya nihil. Lalu aku kembali melangkahkan kakiku kebelakang dan ”Arrgh” teriak seorang pria. Dengan perasaan takut dan berhati-hati aku mulai menoleh kearah belakangku. Dang Binggo! Aku melihat seorang pria yang sudah sangat aku kenali. Dia tampan, tinggi, berkulit putih, rambutnya sedikit acak-acakan tapi terkesan cool. Dia Cakka, pria yang sudah sangat terkenal di kampus kami karna kepopulerannya sebagai kapten tim basket sekaligus sebagai anak dari seorang pengusaha hotel ternama di Indonesia. Lalu untuk apa dia berada disini? Menunggu bus juga? Kurasa tidak. Dia selalu membawa kendaraan mewahnya kekampus. Lalu kemana kendaraannya itu sekarang? Begitu banyak pertanyaan yang bersarang di benakku saat melihat Cakka di halte ini.

”Ups! Sorry’, aku langsung mengangkat kaki kananku yang tak sengaja menginjak kaki Cakka
”Sendirian?”, tanyaku lanjut
”Liatnya?”, tanya Cakka balik. Pandangannya tidak lepas dari jalanan didepan
”Ya sendirian sih”
”Yaudah itu tau”

Aku berani bersumpah, pria ini benar-benar menyebalkan. Apa harus sedingin itu menjawab pertanyaanku.

Suasana hening, tidak ada lagi percakapan diantara aku dan Cakka, malas juga kalo harus mulai mengajaknya ngobrol lagi. Itu sama saja masuk kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.

”Lo Agni kan?”, tiba-tiba Cakka memulai pembicaraan. Kaget juga mendengarnya bicara duluan terlebih lagi dia tau namaku
”Eh.. iya, gue Agni”
”Oooh..”

Kembali hening

“Koq Lo kenal gue?” tanyaku penuh selidik
“Penting gue jawab?”
“Gak, gak usah di jawab”, aku mendengus kesal.

Kembali hening. Oh God ciptaanmu yang satu ini benar-benar sangat dingin dan menyebalkan. Bahkan kamipun tidak saling menatap saat kami berbicara. Hanya sibuk dengan tatapan masing-masing yang entah menatap apa di depan sana.

”Gue suka Sama lo!”, kata Cakka tiba-tiba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar